Nilai Budaya Suku Paser dalam Cerita Rakyat Pinangan Andi Mappanyuki dan Peperangan di Sadurengas
DOI:
https://doi.org/10.28926/riset_konseptual.v10i1.1418Keywords:
Nilai Budaya, Cerita Rakyat Paser, Pinangan Andi Mappanyuki, Peperangan di Sadurengas, Suku PaserAbstract
Penelitian ini menggali dua cerita rakyat dari Kalimantan Timur, yakni Pinangan Andi Mappanyuki dan Peperangan di Sadurengas, dengan pendekatan antropologi sastra berdasarkan tujuh aspek yaitu peralatan hidup manusia, mata pencaharian hidup, sistem kemasyarakatan, sistem kebahasaan, sistem pengetahuan dan sistem religi, dan kesenian. Dari hasil analisis, dua cerita tersebut bukan hanya sekedar cerita rakyat Paser namun mencerminkan kehidupan budaya suku Paser di wilayah Paser serta cara bugis penekki memberikan warna dalam cerita rakyat suku paser. Nilai budaya yang terdapat dalam cerita tersebut yaitu alat kehidupan, mulai dari penggunaan alat musik, alat transportasi, senjata untuk berperang, dan barang sehari-hari sebagai simbol identitas dan alat praktis. Pada aspek mata pencaharian, terdapat perdagangan dan habib dalam cerita dimana habib untuk menyembuhkan seseorang sebagai pengganti dokter. Sistem masyarakat yang menunjukkan hierarki sosial dengan raja dan pangeran, dan peran gender yang dominan laki-laki, serta gotong royong. Bahasa penuh kata sapaan formal seperti Tuanku, Baginda. terdapat gambaran itu pengetahuan mengenai strategi perang, agama yang berkaitan dengan leluhur menjadikan pandangan yang dianut oleh masyarakat setempat. Selain itu terdapat kesenian yaitu alat musik dan pakaian adat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui buku cerita rakyat paser berau dan menganalisis melalui teks cerita tersebut.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan: Riset dan Konseptual

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

