Syubbanul Wathan: antara Hegemoni Bahasa dan Konstruksi Nilai Sosial (Perspektif Sosiolinguistik)

Authors

  • Ibnatur Rofi’ah Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Agus Hermawan Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Saptono Hadi Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Agus Yulianto Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

DOI:

https://doi.org/10.28926/riset_konseptual.v10i3.1493

Keywords:

Sosiolinguistik, Syubbanul Wathan, Nilai Sosial, Identitas Kebahasaan, Nasionalisme.

Abstract

Penelitian ini bertujuan membedah nilai sosial dan identitas kebangsaan dalam lirik lagu Syubbanul Wathan karya KH. Abdul Wahab Chasbullah melalui kacamata sosiolinguistik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis diksi dalam konteks sosial-politik era perjuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan istilah religius merupakan simbol perlawanan ideologis terhadap kolonialisme. Secara sosiolinguistik, hibriditas bahasa Arab dan Indonesia mencerminkan identitas religiusitas yang berakar pada nasionalisme. Lagu ini berfungsi sebagai instrumen mobilisasi sosial melalui kekuatan tutur yang persuasif. Simpulannya, Syubbanul Wathan berhasil membangun identitas kebahasaan transformatif yang menyatukan nilai keagamaan dan kebangsaan sebagai penguat kohesi sosial.

Downloads

Published

2026-07-26